Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2021

Tujuan Utama Pernikahan

Pernikahan itu merupakan seremonial pembeda antara manusia yang katanya paling sempurna di muka bumi dengan makhluk hidup lainya. 

Dalam pernikahan terdapat proses yang sangat kompleks yang melibatkan fisik, pikiran, mental, perasaan, dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda karena saat itu seseorang mulai memvariasikan hidupnya dengan mencoba menjadi bagian dari hidup orang lain dan menjalin hubungan yang berasaskan saling melengkapi untuk mencapai kebahagiaan yang ditempuh bersama.

Dan sasaran utama tujuan pernikahan dalam Islam ialah untuk menundukkan pandangan serta membentengi diri dari perbuatan keji dan kotor yang dapat merendahkan martabat seseorang. Dalam Islam, sebuah pernikahan akan memelihara serta melindungi dari kerusakan serta kekacauan yang ada di masyarakat.

Menikah dalam islam adalah membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Hal ini sudah dapat dibuktikan jika kehidupan setelah menikah akan membawa seseorang untuk menjalankan kehidupannya lebih baik dan berfaedah bagi kehidupannya di masa mendatang.

Wallahu A'lam.

Rabu, 17 Juli 2019

Makalah Ke 3 s.d 5 Terjemah Kitab Nasoihul Ibad

Dari Abi Bakar As-Shiddiq RA (Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu).
Maka sudahlah pasti ia akan tenggelam dengan se tenggelam-tenggelamnya dan tidak mungkin akan selamat kecuali mendapatkan pertolongan oleh orang-orang yang dapat menolongnya.. sebagaimana sabda Rasulullah SAW, tidaklah seorang mayat yang meninggal itu, melainkan seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan.

Dari ‘Umar RA, -dinukilkan dari Syaikh Abdul Mu’thy As-sulamy, sesungguhnya Nabi SAW bertanya kepada Jibril AS, ‘Beritahukan kepadaku sifat kebaikan sahabat ‘Umar’. Maka Jibril menjawab, ‘Jika saja lautan dijadikan tinta dan tumbuh-tumbuhan dijadikan pena niscaya tidak akan uckup melukiskan sifat kebaikannya. Kemudian Nabi bersabda, beritahukan kepadaku kebaikan sifat Abu Bakar,”. Maka Jibril menjawab, ”’Umar hanyalah satu kebaikan dari beberapa kebaikan Abu Bakar RA.
‘Umar RA berkata, (kemuliaan dunia dengan banyaknya harta. Dan kemuliaan akhirat adalah dengan bagusnya amal). Maksudnya, urusan dunia tidak akan lancar dan sukses kecuali dengan dukungan harta benda. Demikian pula perkara akhirat tidak akan menjadi sempuran kecuali dengan amal perbuatan yang baik.

Dari ‘Utsman RA. (menyusahi dunia akan menggelapkan hati. Dan menyusahi akhirat akan menerangkan hati). Artinya, menyusahi urusan yang berhubungan dengan urusan dunia maka akan menjadikan hati menjadi gelap. Dan menyusahi perkara yang berhubungan dengan urusan akhirat akan menjadaikan hati menjadi terang. Yaa Allah jangan jadikan dunia sebesar-besar perkara yang kami susahi, dan bukan pula puncak ilmu kami. Wallahu A'lam

Senin, 15 Juli 2019

Kitab 'Uqudullijain Hak Istri Terhadap Suami

Rasulullah telah bersabda :
“KHOIRUKUM KHOIRUKUM LIAHLIHII WA ANA KHOIRUKUM LI AHLII. ”
Artinya :
“Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya. Dan aku adalah orang yang terbaik diantaramu terhadap keluarga (istri-istri)ku” (Riwayat Ibnu Hibban).
Dalam riwayat lainnya dikatakan : 

Artinya :
“Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya, dan aku adalah orang yang lebih bagus diantaramu terhadap istri-istriku. ”
Rasulullah S.A.W bersabda :

“MAN SHOBARO’ALA SUUI KHULUQI IMROATIHII A’THOOHU ALLAHU MINAL AJRI MITSLAMAA U’THIYA AYYUUBU ‘ALAIHISSALAAMU’ALA BALAA IHI WA MAN SHOBAROT ‘ALASUI KHULUQI ZAUJIHAA A’THOOHALLAHU MINAL AJRI MITSLATS.A.WAA BI AASIYATA IMROATA FIR’AUNA. ”
Artinya :
“Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun. ” 
Perlu diketahui bahwa cobaan yang diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS adalah terdiri dari empat macam cobaan. Meliputi cobaan atas kebangkrutan (pailit) kekayaannya, kematian semua anak-anaknya, kerusakan pada tubuhnya dan diasingkan oleh masyarakat kecuali hanya istrinya saja yang setia menemani.

Kehancuran harta kekayaan Nabi Ayyub AS terdiri dari unta, sapi, kambing, gajah, khimar (keledai). Kekayaan lain milik Beliau adalah 500 hektar tanah persawahan, semuanya digarap oleh 500 orang, pada setiap orang mempunyai anak istri. Pengikut Beliau terdiri dari 3 golongan semua telah beriman dan masih berusia muda.

Iblis yang diberikan kekuasaan oleh Allah S.W.T dapat turun naik dari bumi ke langit sewaktu dikehendaki, mempunyai maksud naik ke langit. Tiba-tiba Iblis mendengar para malaikat membaca Sholawat atas Nabi Ayyub AS. Saat itu juga timbullah rasa Hasud di dalam hatinya. Ia berkata memohon kepada Allah S.W.T :
“WAHAI TUHAN, SEKARANG INI AKU MEMANG TELAH MENYAKSIKAN SENDIRI HAMBA-MU AYYUB SANGAT RAJIN BERSYUKUR SERAYA MEMUJI KEPADA-MU. TETAPI KALAU ENGKAU MEMBERI COBAAN KEPADAKU TENTU DIA TIDAK AKAN BERSYUKUR DAN TIDAK PULA MENTAATINYA.
Allah S.W.T berfirman kepada Iblis :

“BAIK, SILAKAN KAMU MERANGKAP. SEKARANG AKU BERI KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTA KEKAYAANNYA. ”
Iblis berangkat. Ia mengumpulkan semua anak buah terdiri dari syaitan dan jin ia katakan kepada mereka:
“SEKARANG AKU TELAH DIBERI WEWENANG UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTANYA. ”
Lebih lanjut iblis berkata lagi :
“IFRIT, SEKARANG KAU KUBERI TUGAS MEMBAKAR TEMPAT PENGGEMBALAAN UNTA-UNTA MILIK AYYUB AS DAN SEKALIGUS MEMBUNUH SEMUA UNTA-UNTA ITU. LAKSANAKAN !”
Iblis datang menjumpai Ayyub AS, saat mana ketika itu Beliau sedang melaksanakan sholat. Iblis berkata kepadanya:
“TEMPAT PENGGEMBALAAN UNTA-UNTAMU TERBAKAR, DAN SELURUH UNTA MILIKMU IKUT TERBAKAR PULA. ”
Apa kata Nabi Ayyub AS:
“ALHAMDULILLAH. ALLAH S.W.T SENDIRI YANG MEMBERIKAN KEKAYAAN ITU KEPADAKU DAN HANYA DIA SAJA YANG BERHAK MENGAMBIL KEMBALI. ”
Iblis tidak berhenti sampai disitu. Ia meningkat lagi pada kekayaan yang lain. Ia hancurkan semua kambing milik Nabi Ayyub As, berikut tempat penggembalaannya. Ia datang ke Nabi Ayyub As seraya memberitahukan peristiwa itu.
“ANGIN PANAS TELAH MENGHANCURKAN KEBUNNYA, TIDAK ADA YAMG TERSISA SEDIKITPUN, ”
kata iblis sehabis merusak semua kebun milik Nabi Ayyub AS. Apa kata Nabi Ayyub As.
“ ALHAMDULILLAH ...”
kemudian Beliau memuji Allah S.W.T dan menyanjung-Nya. ” Wallahu A'lam

Minggu, 14 Juli 2019

Makalah Ke Dua Terjemah Kitab Nasoihul Ibad

Nabi SAW bersabda, (wajib bagi kamu semua untuk duduk bersama para ‘Ulama) artinya yang mengamalkan ilmunya, (dan mendengarkan kalam para ahli hikmah) artinya orang yang mengenal Tuhan. (Karena sesungguhnya Allah Ta’ala akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah-ilmu yang bermanfaat- sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan). 

Dan dalam riwayat lain dari Thabrani dari Abu Hanifah “Duduklah kamu dengan orang dewasa, dan bertanyalah kamu kepada para ‘Ulama dan berkumpulah kamu dengan para ahli hikmah” dan dalam sebuah riwayat, “duduklah kamu degan para ulama, dan bergaulah dengan kubaro’ ”. Sesungguhnya Ulama itu ada dua macam, :
  1. Orang yang alim tentang hukum-hukum Allah, mereka itulah yang memiliki fatwa.
  2. Ulama yang ma’rifat akan Allah, mereka itulah para hukama’ yang dengan bergaul dengan mereka akan dapat memperbaiki akhlak, karena sesungguhnya hati mereka telah bersinar sebab ma’rifat kepada Allah demikian juga sirr / rahasia mereka telah bersinar disebabkan nur keagungan Allah.
Telah bersabda Nabi SAW, akan hadir suatu masa atas umatku, mereka menjauh dari para ulama dan fuqaha, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka dengan tiga cobaan,
  1. Allah akan menghilangkan berkah dari rizkinya.
  2. Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim.
  3. Mereka akan keluar meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta’ala Na’udzubiLlahi min dzaalik. Wallahu A'lam

Minggu, 07 Juli 2019

DELAPAN NASIHAT SANG SUFI HATIM AL-ASHOM

Untaian nasihat dari sufi generasi terdahulu “Delapan Nasihat Hatim”. Nama lengkap hatim adalah Abu Abdur Rahman Hatim bin Unwan Al Ashamm (“si Tuli”), seorang sufi generasi awal dari pribumi Balkh, adalah murid Syaqiq al-Bakhi. Hatim mengunjungi Baghdad dan meninggal dunia di Wasyjard di dekat Tirmiz pada tahun 237 H/852 M.

Cintailah amal saleh, ia dapat memutuskan rantai kepemilikanmu kepada dunia, ia akan menjadi penerang kuburmu, pendampingmu disana dan tidak meninggalkanmu sendirian.

Taatilah perintah Allah dengan ridha, karena dengan keridhaan pada ketaatan-Nya maka keinginan hawa nafsumu akan terbelenggu (QS 79:40).

Sedekahkanlah bagian duniamu kepada Allah Ta'ala, karena apa yang ada disisimu semua akan lenyap, sedekah adalah tabunganmu disisi Allah, dan apa yang ada disisi-Nya adalah kekal (QS 16:96)

Bertaqwalah kepada Allah SWT, karena disitu tersimpan Kemuliaan dan Keagunganmu (QS 49:13) sebagai suatu anugerah ketaqwaanmu kepada-Nya.

Ridhalah kepada semua ketentuan Allah SWT, karena pembagian dari Allah sudah ditentukan sejak azali (Qs 43:32). Tanpa keridhaan pada semua ketentuan Ilahi, maka engkau akan dihinggapi hasud, penyakit Iblis yang timbulkan iri dan dengki karena harta, kedudukan, dan ilmu yang akan timbulkan saling cela dan gunjing diantaramu. 

Musuhilah syeitan, ia adalah musuh yang sangat nyata bagimu (QS 35:6). Ia mewujud dari semua hasrat , keinginan, penguasaan, dan kepemilikanmu; Ia muncul menjadi berbagai bentuk nafsu dan syahwat, yang akan mengikatkanmu kepada materi, duniawi, dan segala maksiat.

Putuskan semua harapanmu dari selain Allah, jangan terpedaya dengan rasa takut akan rezekimu, Dia yang maha Pemberi telah menjamin dan menanggung semua rezeki makhluk-Nya (Qs 11:6), tanpa kecuali. Karena itu, perhatikan pencarian kehidupanmu dari syubhat, dari halal dan haram, dari yang menghinakan dirimu, dari yang merendahkan kedudukanmu. 

Bertawakkalah kepada Allah SWT semata (QS 65:3). Dialah yang akan menjaminmu, mencukupkan keperluanmu, dimanapun kamu berada, dalam keadaan apapun. Jangan gantungkan dirimu pada tali gantungan syeitan yaitu uang, kekayaan, kekuasaan, kerajaan, pekerjaan, dan bergantung kepada makhluk lainnya. Gantungkan dirimu hanya pada Kehendak Allah SWT semata. 

Jumat, 05 Juli 2019

FILOSOFI AIR MUSTA'MAL ~ SEBESAR APA PUN DOSA SESEORANG ~ ALLAH TETAP MAHA PENGAMPUN

Di dalam fiqih Islam air adalah termasuk alat untuk bersuci, baik bersuci dari hadas maupun dari najis. Dengannya seorang Muslim bisa melaksanakan berbagai ibadah secara sah karena telah bersih dari hadas kecil, hadas besar dan najis dengan bersuci menggunakan air.

Mengingat begitu pentingnya air dalam sahnya beribadah, fiqih Islam mengatur sedemikian rupa perihal air, dari membaginya dalam berbagai macam kategori hingga menentukan hukum-hukumnya.

Salah satunya adalah air musta'mal yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadas seperti wudlu dan mandi ataupun untuk menghilangkan najis.

Air musta’mal ini tidak bisa digunakan untuk bersuci apabila tidak mencapai dua qullah. Sedangkan bila volume air tersebut mencapai dua qullah dan tidak berubah sifat-sifatnya maka air musta'mal tersebut bisa digunakan untuk bersuci dan sudah tidak disebut sebagai air musta'mal lagi.

Filosofinya adalah sejahat dan sebesar apapun dosa-dosa manusia masih ada kesempatan untuk membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang pernah dilakukan yaitu dengan cara taubat pada Allah swt. Sebenar-benarnya taubat adalah taubatan nasuha.

Jika sudah bertaubat dengan sebenar-benarnya, kemudian diiringi dengan selalu melakukan ketaatan pada yang maha kuasa disertai melakukan kebajikan terhadap sesama maka dirinya ibarat air musta'mal yang jumlah volumnya sudah bertambah dan bisa digunakan untuk bersuci lagi. Akhirnya bisa memerankan dirinya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.


Perlu di ingat bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberi manfa'at pada manusia lainnya.  Jadi sebesar apapun dosa itu janganlah berputus asa dari ampunan dan rahmat Allah swt. Karena DIA maha pengampun dan maha pengasih. 

Dengan itu semua, sudah tidak bisa disebut lagi sebagai pendosa tapi sebagai hamba yang taat dan bajik. Wallahu A'lam.

Rabu, 03 Juli 2019

KETELADANAN DAN KISAH-KISAH TENTANG ANJING


Sekarang ini sedang viral terkait seorang wanita non muslim yang membawa anjing kedalam masjid sekaligus tidak melepas alas kakinya ketika memasuki masjid.  Atas perbuatannya ini kemudian ada sekelompok orang yang melaporkan kepada polisi untuk diproses dan ditindak lanjuti karena telah melakukan penistaan agama. Bagi penulis lebih tertarik untuk membahas tentang seekor anjing daripada ikut mengomentari kejadian tersebut. Intinya orang yang sudah paham terkait thaharah dalam ilmu fikih pasti tidak akan memperbesar kejadian tersebut dan bisa lebih bijaksana dalam menyikapinya.

Ketahuilah anjng itu juga mempunyai gambaran atau filosofi keteladanan yang patut kita tiru seperti yang diterangkan dalam kitab Syarh kasyifatul saja ala safiinatunnajah. Pertama  Seekor anjing gemar mengosongkan perut, Ini merupakan salah satu sifat orang yang sholeh. Orang sholeh tentunya gemar berpuasa dan menghindari kekenyangan. Kedua Tidak tidur malam hari kecuali sedikit saja hal ini menjadi salah satu sifat dari orang-orang ahli Tahajud. Ketiga Kalaupun sehari ia diusir seribu kali ia tak akan hengkang dari pintu rumah tuannya, Inilai salah satu sifat dari orang-orang sidik. Keempat Bila ia mati pantang meninggalkan warisan yang berlebihan. Inilah ciri-ciri orang Zuhud. Kelima Selalu merasa puas meski menempati bumi di tempat yang paling hina sekalipun,  Inilah salah satu tanda dari orang-orang yang ridho terhadap ketentuan Allah.

Keenam Memandangi setiap orang yang memandanginya sampai dilemparkan kepadanya sesuap makanan, Inilah sifat orang yang sabar. Ketujuh Kalaupun diusir dan ditaburi debu, ia tak akan marah dan mendendam tuannya, nilah salah satu akhlak orang-orang yang asyik (rindu bertemu tuhan). Kedelapan Jika tempatnya ditempati oleh orang lain, ia rela menyingkir ke tempat yang lain, Inilah sebagian tindakan orang-orang yang terpuji. Kesembilan Apabila diberi makanan sebesar apapun, ia rela menerimanya, Inilah salah satu akhlak orang-orang yang Qona’ah. Kesepuluh Apabila bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, ia tidak pernah membawa bekal yang diada-adakan, melainkan menurut kemampuannya, Inilah ciri-ciri orang yang tawakal kepada Allah.

Selain itu juga ada kisah seorang wali yang hilang karomahnya hanya karena merasa lebih mulya daripada seekor anjing. Ketika wali tersebut didekati oleh seekor anjing, wali tersebut mengangkat jubahnya karena takut akan najis dari anjing tersebut. Justru perbuatannya tersebut menyebabkan hilangnya karomah dari wali tersebut. Kemudian anjing tersebut berkata kepada sang wali, Aku memang najis namun cukup kau basuh tujuh kali salah satunya disertai tanah sudah membuatmu suci kembali tapi hatimu yang merasa lebih suci daripada makhluk lainnya itu merupakan kesombongan dari sifat iblis dan tidak akan bisa suci walau kau basuh dengan air tujuh samudera.

Ada juga kisah sang pelacur yang diampuni oleh Allah swt karena memberikan air minum pada seeokor anjing yang kehausan. Anjing tersebut mengelilingi sumur karena kehausan lalu datang lah sang pelacur ke sumur tersebut untuk mengambil air dari sumur. Melihat anjing yang terus-terusan mengitari sumur karena kehausan kemudian pelacur ini menimba air untuk diberikan kepada anjing tersebut. Atas perbuatannya inilah kemudian pelacur ini mendapat pengampunan dosa dari Allah swt.

Itulah beberapa kisah atau filosofi yang berhubungan dengan seekor anjing. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah dan keteladan seekor anjing tersebut. Wallahu A’lam.


Selasa, 02 Juli 2019

Cinta Dunia Membuat Ruh dan Jasad Melekat Sakitnya Berlipat-lipat Ketika Pencabutan Nyawa

Menanti matahari terbit memancarkan sinar pagi. Geliat aktifitas manusia semakin ramai terlihat. Allah swt berfirman "Dan Kami jadikan siang sebagai tempat mencari penghidupan"~An-naba :11. Carilah penghidupan di dunia ini dengan cara-cara halal dan mencari sesuatu yang halal. Jangan sampai dalam mencari penghidupan dunia membuatmu cinta dunia dan menurutkan hawa nafsu serta bermaksiat yang tak henti-henti hingga lupa untuk saling berbagi kebaikan dengan sesama. 

Ketahuilah, kesukaanmu akan syahwat, nafsu dan materi serta keduniawian cenderung akan semakin melekatkan ruhmu dalam jasadmu. Kenapa demikian, ini karena atom-atom tubuhmu semakin memiliki energi yang tinggi, sehingga ikatan-ikatan atomis dalam tubuhmu akan semakin kuat. 

Dikatakan bahwa kecintaanmu pada dunia dan maksiat yang tak henti-henti hingga lupa bertaubat membuat tubuhmu menyimpan energi dalam yang berlebihan, sehingga seringkali energi berlebihan ini melonjak-lonjak dengan liar dan menumbuhkan berbagai syahwat dan nafsu. Kromosom-kromosommu akan terganggu, kode kodenya yang asli akan jungkir balik, bahkan akibat langsungnya akan muncul menjadi berbagai penyakit yang payah seperti kanker, jantung, atau pikun. Itulah yang akan mencelakakanmu, akan menyiksamu. 

Jadi semakin lekat ruh dalam jasad maka semakin sakitlah engkau rasakan ketika malaikat izrail menarik-nariknya ketika pencabutan nyawa karena keengganan ruhmu meninggalkan jasadmu.

Rasa sakit yang tak terkira muncul karena ruh yang lembut menjadi jinak dan menyatu setelah berhubungan dengan tubuh. Keduanya kemudian bercampur dan saling merasuki satu sama lain, sehingga keduanya seperti menjadi sesuatu yang satu. Ruh dan jasad menjadi melekat. 

Keduanya tak akan terpisahkan, kecuali dengan suatu upaya penarikan yang kuat, sehingga manusia merasakannya sebagai suatu kepayahan yang amat sangat dan sakit yang luar biasa. Dan kecintaan pada dunia serta mengikuti hawa nafsunya membuat ruh semakin lekat teramat lekat dengan jasad hingga sakitnya pencabutan nyawa pun berlipat-lipat. 

Maka hindarilah cinta dunia dan maksiat agar ruh dan jasad tidak terlalu melekat yang menjadikan pencabutan nyawa tidak berlipat-lipat sakitnya. Selalu meminta pada yang kuasa agar di wafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin. 

Senin, 01 Juli 2019

CINTA ITU TIDAK MENYAKITI DAN SABAR KETIKA DISAKITI

Mencintai itu tidak cukup dengan tidak melukai yang dicinta. Tapi juga harus bersabar saat dilukai oleh yang dicintai. "Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin"

Membahas cinta memang tidak akan pernah ada tuntasnya. Karena roda penggerak kehidupan didunia ini adalah cinta. Tanpa ada cinta sudah hancur lebur lah berantakan dunia ini. Perang dunia akan kembali terulang. Masa jahiliah pun bisa terulang kembali. Dengan adanya cinta, kemudian dunia ini menemukan keseimbangannya. Dalam cinta itu semua terkandung arti-arti yang positif seperti empati, simpati, menghargai, menolong, tidak mendendam, tidak berkhianat dan lain-lain.

Dalam interaksi manusia, baik interaksi individu maupun kelompok akan terjadi ketentraman dan kenyaman bila semua didasarkan pada rasa cinta. Seseorang yang sudah bercinta ego dalam dirinya akan lenyap, dalam dirinya hanya ada tujuan menyenangkan dan membahagiakan pasangannnya. Bohong, jika seseorang mengaku cinta tapi ekspresi dirinya dalam berprilaku tidak mencerminkan seorang pecinta. Pecinta sejati sudah tidak kenal amarah dan membenci. Dalam dirinya yang terfikirkan hanya kebaikan kekasihnya.

Maka cinta bagi seorang pecinta sejati adalah tidak cukup tidak melukai sesorang yang dicinta tapi juga bersabar saat dilukai oleh yang dicintai. Inilah kesejatian cinta. Jika memang mengaku cinta harusnya seperti ini lah eksperi prilaku cintanya. Cinta seperti ini lah yang bisa menuntun manusia semakin kuat spiritualnya. Banyak para wali yang sampai pada makam ma'rifatullah karena cinta sejati yang seperti ini. Semakin besar rasa cinta maka semakin spiritual hati dan prilakunya. Jangan mengaku mempunyai cinta sejati jika cinta itu tidak membuatnya selalu mengingat Allah swt. 


Seperti cinta Zulaikha pada Yusuf a.s, Yang mana berawal dari cinta yang memaksakan dirinya untuk memiliki Yusuf, namun kemudian berubah menjadi cinta yang mengikhlaskannya dan menyadari bahwa kesejatian cinta adalah memikirkan kebaikan Yusuf. Cinta yang membuat ego zulaikha hilang yang ada dalam pikirannya hanya Yusuf seorang, kemudian cinta inilah yang membawa Zulaikha bersatu dengan Yusuf dan mengantarkannya pada ma'rifatullah. Wallahu A'lam


Jumat, 19 April 2019

Filosofi Bacaan Qolqolah ~ Masalah Dalam Kehidupan

Qolqolah artinya goncangan atau pantulan suara dengan tiba-tiba sehingga terdengar suara membalik. Bacaan qolqolah ada qolqolah shugra dan qolqolah kubro. Shugra artinya kecil dan kubro artinya besar. 

Hidup ini seperti qolqolah. Artinya dalam kehidupan didunia ini manusia tidak bisa lepas dari goncangan-goncangan atau permasalahan-permasalahan kehidupan. Roda dunia selalu berputar adakalanya hidup diatas adakalanya terbalik menjadi dibawah. Baik itu masalah kecil atau masalah besar.

Manusia mempunyai masalah merupakan sebuah keniscayaan tapi tidak semua manusia mempu menyelesaikan masalahnya dengan bijak. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah AKU PUNYA ALLAH Yang Maha Segalanya”. 

Ada berbagai macam masalah yang bisa dialami oleh seseorang. Semua macam masalah itu ada yang bisa mendewasakan seseorang, menguatkan keimanan, dan menambah kesabaran. Ada Juga masalah yang timbul akibat dari sifat yang dimiliki seseorang sehingga dapat merugikan orang lain.  

Huruf-huruf qolqolah ada 5, yaitu: Qof (ٌق), Tho’ (ط), Baa’ (ب), Jiem (ج), dan Dal (د).

Seperti halnya huruf qolqolah yang bergoncang maka manusia akan mendapati goncangan atau permasalahan yang cenderung bisa merugikan orang lain jika mempunyai karakater atau sifat seperti huruf qolqolah :

1. ق - قسوة
Qoswah artinya kekejaman, kebiadaban, kebengisan dan kekasaran. Jelas sekali jika manusia berlaku biadab dan kejam maka dia akan sering mendapati masalah. 

2. ط - طمع
Thoma' artinya kerakusan, ketamakan dan keserakahan. Manusia jika sudah serakah dan tamak tidak akan mendapatkan ketenangan. Jika sudah tidak tenang pasti akan melakukan keonaran. Jika sudah berlaku onar segala masalah akan menimpa dirinya.

3. ب - بلادة
Biladah artinya Ketololan, kedunguan, kebodohan dan kemalasan. Akan sulit bagi seorang manusia yang seperti ini untuk bisa menyelesaikan segala permasalahanya. Semakin menumpuk masalahnya karena sifatnya ini.

4. ج - جدال
Jidal artinya perdebatan, perselisihan dan perbantahan. Sudah sangat umum sekali bagi orang yang suka berselisih selalu akan mendapati masalah. Hal ini tidak diragukan lagi. Hindari perselisihan agar tidak timbul masalah. 

5. د - دجال
Dajjal artinya pendusta, penipu dan pemalsu. Dimana ada orang yang suka menipu maka bersiaplah menerima segala masalah yamg akan menimpanya.

Semoga kita dalam mempunyai masalah bukan karena hal-hal diatas seperti huruf qolqolah. Kita tidak akan pernah bisa lepas dari masalah tapi setidaknya masalah kita adalah masalah yang bukan merugikan atau menyakiti orang lain. Wallahu A'lam.

Rabu, 03 April 2019

Hijrah ~ Meningkatkan Rasa Kepekaan Untuk Melakukan Kebaikan-Kebaikan Kecil

Lihatlah sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Mencoba memaknai lebih dalam dari setiap peristiwa. Melihat secara kontekstual daripada tekstual tanpa mengabaikan makna tekstualnya. Menelisik makna yang tersirat daripada yang tersurat. Menjadi lebih bijak dalam bersikap dengan tak tergesa-gesa dalam memaknai sesuatu.

Lakukanlah kebaikan sekecil apapun yang bisa dilakukan. Terkadang seseorang menilai kebaikan hanya dari sudut pandang kuantitas bukan kualitas. Seringkali yang dianggap sebuah kebaikan hanya yang sifatnya dapat membuat kagum banyak orang hingga akhirnya terjebak dalam pemahaman bahwa kebaikan hanya akan dilakukan ketika apa yang di inginkan telah terkabulkan. 

Sering berniat akan melakukan kebaikan yang begini atau begitu jika telah menjadi seperti ini atau seperti itu. Terjebak pada angan-angan saja. Hal seperti ini lah yang akhirnya menunda seseorang untuk bersegera melakukan kebaikan. 

Padahal banyak sekali kebaikan-kebaikan kecil yang mungkin hampir setiap orang pasti mampu melakukanya tapi karena telah terjebak dalam memaknai kebaikan dari sisi kuantitas saja maka enggan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang terlihat sepele atau remeh temeh.

Perlu di ingat bahwa melakukan kebaikan yang terlihat sepele justru biasanya akan dilakukan dengan rasa ikhlas. Sudah pasti melakukan kebaikan yang seperti itu akan terbebas dari pujian-pujian manuasia. Seringkali pujian dari manusia membuat seseorang terlena hingga hatinya menjadi jauh dari kata ikhlas lagi. 

Mulailah berlatih untuk terbiasa melakukan kebaikan yang terlihat kecil. Menyingkirkan kerikil atau duri  yang mengganggu dijalan itu merupakan kebaikan. Menolong seekor anak ayam yang kehilangan induknya, menanam pohon, menebang atau memotong pohon dengan hati-hati dengan cara yang tidak menyakiti, memberi makan hewan yang kelaparan. Semua itu adalah kebaikan.

Salah satu kebaikan yang terlihat sepele juga adalah membuang bungkus permen pada tempatnya. Banyak orang yang merasa membuang sampah kecil tidak pada tempatnya tidak akan mengganggu pemandangan atau karena alasan tidak menemukan tempat sampah akhirnya melemparkan sampah bungkus permen sembarangan. Gunakan saku celana atau baju untuk menyimpan sampah tersebut terlebih dahulu sebelum menemukan tempat sampah untuk membuangnya. Pola pikir harus mulai dirubah bahwa bukan hanya sampah-sampah yang sudah berbau dan dalam jumlah banyak yang dibuang ke tempat sampah. Sekecil apapun sampah ya dibuang ditempat sampah.

Tingkatkan rasa kepekaan dalam diri kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang sangat lembut, Segera dengan cekatan kita menolong seeokor semut yang terjatuh atau terpeleset dalam secangkir kopi kita. Ketika ada seekor kucing lapar yang mengitari kaki kita sedangkan kita sedang makan daging, Segeralah berbagi daging.

Dalam hidup ini banyak sekali kebaikan-kebaikan kecil yang masih sering kita lewatkan untuk dilakukan. Sesungguhnya manusia tidak akan pernah tahu kebaikan atau amal apa yang telah dilakukan dengan sebenar-benarnya ikhlas. Kunci di terimanya sebual amal adalah ikhlas. Dan ikhlas itu tidak dirasa, tidak diingat dan tidak diucapkan. Merasa ikhlas berarti belum ikhlas, Mengingat-ngingat amal berarti belum ikhlas apalagi dengan menyebut-nyebut ikhlas dan amal. 

Mari kita tanamkan kepekaan untuk melakukan kebaikan-kebaiakan kecil karena kita tidak tahu diakhirat nanti kebaikan apa yang benar-benar telah kita lakukan dengan seikhlas-ikhlasnya. Wallahu A'lam.

Note : 
1.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jabir bin Sulaim, “Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” [HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722].

2. 
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga" [HR. Bukhari].

3.
Allah berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, dia akan melihat balasannya” (QS-Al-Zalzalah: 7-8).

4.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kasihanilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh yang ada di langit” [HR At-Tirmdzi : 1924].

5. 
K.H Maimun Zubair Dawuh Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah. Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jumat, 19 Januari 2018

Hijrah Kita l Meninggalkan Memakan Barang Syubhat

Wasiat Rasul saw Kepada Ali :
يا علي من اكل الشبهات اشتبه عليه دينه واظلم قلبه ومن اكل الحرام مات قلبه وخف دينه وضعف يقينه وحجب الله دعوته  وقلت دينه :

Artinya :
Hai Ali, Barang siapa yang memakan barang maka agamanya bimbang, ragu-ragu dan hatinya gelap. Dan barang siapa yang memakan barang haram maka hatinya mati, agamanya tipis, keyakinanya lemah, dihalangi doanya [ Allah swt tidak mengabulkan doanya ] dan sedikit amal ibadahnya.

Hijrah Kita :
Syubhat, Syubuhat, atau Subhat merupakan istilah di dalam Islam yang menyatakan tentang keadaan yang samar tentang kehalalan atau keharaman dari sesuatu.

Meninggalkan memakan barang syubhat sebagai langkah selanjutnya dalam proses hijrah. Banyak sekali bahaya memakan barang syubhat dan haram. Seorang muslim sejati tahu bahwa hanya memakan barang halal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah swt.

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ


Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599).

Kamis, 18 Januari 2018

Nina Herlina : Jangan Baper Calon Imam

Nina Herlina Berkata :
Jangan Baper Calon Imam!
Kau yang tertulis di lauhul mahfuz. Kau adalah rahasia terbesarku. Kehadiranmu menyempurnakan hidupku. Kau yang kusebut dalam Doa'ku. Kau yang menjadi Imam di Hidupku. Kehadiranmu menyempurnakan Imanku. Kumenunggu dalam sabarku. Kuikhlaskan semua harapanku. Bersamamu di masa depan. Membangun surgaNya.

Note :
1.
عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ الله ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْبَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ .
Diriwayatkan dari bapak Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Mas’ud ra. Katanya: Telah menceriterakan kepada kami Rasulullah saw ( orang yang selalu benar dan dibenar kan) :”sesungguhnya salah seorang dari kamu sekalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat pulah hari berupa air mani. Kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari. Lalu diutus seorang malaikat kepada janin tersebut dan ditiupkan ruh kepadanya dan malaikat tersebut diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yaitu: menulis rizkinya, batas umur-nya, pekerjaannya dan kecelakaan atau kebahagiaan hidupnya”.

2.
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)


Ukhty Khailla : Cinta Dalam Diam dan Kesederhanaan

Ukhty Khailla Berkata :
Cintailah dia dari kejauhan agar terjaga kehormatan. Cintailah dia dalam kesederhanaan dan keikhlasan namun jika belum mampu maka cintailah dia dalam diam cukup Allah swt saja yg tahu.

Note :
1.
قال رسول الله ص. م.
احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما
(رواه الترمذي)
Artinya :
Rosullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bias saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bias saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).

2. 
عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Abdullah ibnu mas'ud رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” [Muttafaq Alaihi]

Ukhty Hilda Berkata l Wanita Mahal Tidak Membuka Aurat

Ukhty Hilda Berkata :

Wanita yang mahal adalah yang tidak tunduk kepada bisikan setan untuk membuka aurat. Jadilah wanita yang mahal, yang diinginkan semua orang namun hanya satu yang mendapatkanya.

Wanita yang berjilbab adalah wanita yang teguh hati. Perintah agama baginya tak bisa ditawar lagi. Wanita muslimah yang baik akhlaknya dan bijak pembawaannya laksana mutiara di langit ketujuh, tak sembarang orang bisa melihat dan menyentuhnya.

Note :

1.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
2. 
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). [ Q.S An-nur :26 ]

Rabu, 17 Januari 2018

Hijrah Kita l Meninggalkan Memakan Barang Haram

Wasiat Rasul saw kepada Ali :

 يا علي من اكل الحلال صفا دينه ورق قلبه ولم يكن لدعوته حجاب
"Hai Ali, Barang siapa yang memakan barang halal maka agamanya bersih/jernih, hatinya lembut dan dan tidak ada penghalang untuk doanya ( setiap doanya dikabulkan)" 

Hijrah Kita :
Meninggalkan dari memakan barang-barang haram dan hanya memakan barang-barang yang halal. Agama yang jernih karena makanan yang halal dan Hati yang lembut karena makanan yang halal sehingga dalam berdoa selalu dikabulkan Allah swt. 

Hijrah Yang Tak Berbekas Bagaikan Asap Itu Bukan Hijrahmu

Wahai anak Adam, karena apa engkau berhijrah??

Hijrah adalah proses menuju kebaikan yang dilakukan sepanjang hayat manusia. Jika manusia masih bernyawa maka wajib baginya untuk selalu berhijrah menuju kebaikan dan ke ta'atan kepada Allah swt disertai dengan meninggalkan segala kemaksiatan. Hijrah itu bukan sekedar dari tidak berhijab menjadi berhijab. Hijrah bukan sekedar dari tidak berjenggot menjadi berjenggot. Itu terlalu sempit dalam pemaknaan hijrah. Hijrah itu selalu berusaha untuk meninggalkan segala kemaksiataan dan melakukan segala kebaikan setiap saat sampai ajal menjemput.

Hijrah bukan untuk pencitraan dihadapan manusia tetapi mencari ridlo Allah swt. Engkau berhijab karena ingin disanjung, Engkau berjenggot agar di kira sebagai orang solih, Engkau berjidat hitam agar di sebut ahli ibadah, Cadarmu untuk menarik lawan jenis, tidak isbalmu untuk menampakan kebanggaan dihadapan wanita, Jika hijrahmu pencitraan seperti itu maka itulah yang akan engkau peroleh. Sabda Nabi Muhammad saw :

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِيءٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى الله وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٌ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ )). رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثَيْنِ : أَبُوْ عَبْدِ الله مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَةِ الْبُخَارِيْ ، وَأَبُوْ الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمِ الْقُشَيْرِيُّ اَلنَّيْسَابُوْرِيُّ فِيْ صَحِيْحَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ .

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya amal perbuatan membutuhkan niat. Dan setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena ingin meraih dunia atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan.”


Mari Hijrah Mari Istiqomah. Luruskan Niat. Tinggalkan Maksiat Lakukan Ta'at.

Hijrah l Kuatkan Tekadmu Niscaya Hijrahmu Berhasil

Hijrah adalah perjalanan meninggalkan segala kema'siatan menuju perbuatan keta'atan kepada Allah s.wt. Tidak semua manusia dapat berhijrah dengan meninggalkan maksiat dan melakukan kebaikan. Setiap manusia harus semaksimal mungkin meninggalkan maksiat walaupun secara bertahap. Keyakinan yang kuat dengan disertai kecintaan kepada Allah swt serta pengharapan atas ridlo Allah swt dapat mempermudah proses hijrah seseorang.

Pada kenyataanya proses hijrah itu tidak semudah membalikan telapak tangan, seringkali dalam proses berhijrah ditemui banyak cobaan dan gangguan. Tidak hanya setan yang selalu menggoda tetapi godaan juga bisa berasal dari manusia yang terkadang ikut menggoda dengan berbagai cibiran dan makian. 

Tetap lah bersemangat dalam berhijrah. Dengan keistiqomahan, kemuliaan akan dapat diraih. Salam Hijrah!

Wahai Ukhti l Lihatlah Pria Berjanggut Itu

Janggut adalah rambut yang tumbuh pada daerah dagu, pipi, dan leher pria. Rambut di daerah di atas bibir kadang juga dikelompokkan sebagai "janggut" walaupun secara spesifik lebih sering disebut kumis. Ilmu yang mempelajari janggut disebut pogonologi.

Sepanjang sejarah, pria berjanggut telah diasosiasikan dengan berbagai atribut seperti Bijaksana, Maskulin, atau Berstatus tinggi, tetapi kadang juga diasosiasikan sebagai kurang rapi atau eksentrik. Tergantung siapa yang memandangnya. 

Bagi wanita-wanita muslimah janggut yang dimiliki seorang pria dapat membuat lelaki tersebut terlihat lebih menarik. Seorang wanita yang paham sunnah juga pasti akan melihat seorang pria dari penampilanya, salah satu nya penampilan dalam berjanggut. Tentunya bagi seorang wanita muslimah melihat pria tidak hanya janggutnya saja tetapi akhlak dan kpribadianya juga. Bagaimanapun juga wanita lebih tertarik pada pria yang berjanggut rapih. 



Dalam syarit islam, umat Muslim disunnahkan untuk memotong habis kumis dan memelihara janggut, sekiranya orang tersebut berbakat memiliki janggut. Mari berjanggut namun tidak perlu berusaha mati-matian sampe menghabiskan banyak uang untuk menumbuhkan janggut.

Tumbuhnya janggut sangat dipengaruhi oleh hormon yang kita miliki. Jika memang hormon kita mendukung maka tumbuhlah janggut maka peliharalah jika memang tumbuh janggut. Hindari pemborosan jika memang tidak bisa tumbuh janggut.

Islam adalah agama yang mudah, laksanakanlah keta'atan sesuai dengan kemampuan.

Wallahu A'lam.

Senin, 04 Desember 2017

Renungan Petuah Gus Mus

KH. Mustofa Bisri
Renungan Gus Mus (KH MUSTHOFA BISRI)
JANGAN  HANCURKAN DAKWAH DENGAN SIKAPMU YANG NGAWUR DAN TIDAK DEWASA       .         
 
* Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam* yang memiliki sifat seperti anak-anak,
Ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya...
Padahal Alquran sudah mengatakan untuk Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan.... Tapi begitulah sifat anak2 kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri
* Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan.
* Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda.
* Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda.
* Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda.
* Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda.
* Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda.
* Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda.
* Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.
* Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seorang *yahudi tua yang tiap hari meludahi & melempari kotoran padanya?*
Ia jenguk dan doakan sang yahudi ketika yahudi itu sakit.
* Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad SAW pada seorang *yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya?* Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri yang mulia tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad SAW yang selalu ia caci.
* Itulah Islam. _
* Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad SAW, bukan Islam ala egomu*_.
* Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau kehilangan Muhammad SAW
*Jangan lemahkan Islam yang kuat dengan tindakan kerdilmu.
* Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nista