Rabu, 12 September 2018

Aku Ingin Menjadi Badal Syai min Syai "Seutuhnya Memilikimu"

Adinda, masih ingatkah engkau dengan materi ilmu nahwu bab badal??

Jika ibarat badal aku adalah بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء . yang sepenuhnya ingin memilikimu yang bersatu menjadi ikatan kita. Tidak ada lagi kata kamu dan kata aku yang ada adalah kita. 


Aku ingin menjadi pemilik cintamu yang sepenuhnya. Lahir dan batinmu ingin kumiliki sepenuhnya dalam ikatan ijab yang abahmu ucapkan dan kuterima dengan ucapan qabul dengan disaksikan oleh dua orang saksi.

Itulah ijab qabul yang aku inginkan yang menyatukan aku dan kamu menjadi kita sehingga aku lah seutuhnya pemilik jiwa ragamu yang akan mengimamimu dalam menjalani kehidupan ini. 

Aku tidak ingin seperti َبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ yang tidak bisa memilikimu sepenuhnya dan hanya menjadi sebagian dari dirimu. Aku tidak mau jika aku hanya sebagian dari orang-orang yang kamu cintai. Hanya sebagian dari orang-orang yang kamu inginkan. Adinda, aku tidak ingin seperti itu!

Aku juga tidak ingin menjadi َبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ yang hanya bisa nyawang ora bisa nyanding. Kamu memang bisa membuatku merasa bahagia namun itu tidak ada artinya bila ikatan ijab dan qabul tidak terjadi diantara kita. 

Apalah artinya cinta tanpa memiliki. Walaupun terkadang memang cinta tidak selalu memiliki tetapi tidak ada faidahnya jika tetap bertahan pada cinta yang tidak bisa dimiliki. Adinda, Aku tidak ingin seperti itu!

Dan yang terakhir aku juga tidak ingin menjadi َبَدَلُ اَلْغَلَطِ yang ternyata bukan aku yang engkau tuju, yang ternyata bukan aku yang engkau perjuangkan. Adinda, Aku tidak ingin seperti itu!

Adinda, Pilihlah Aku!

Sadarkah kau kusayangi
Sadarkah untukmu ku bernyanyi
Terbacakah niat tulus ini
Degup jantung kian terbisik
Kadang kata tak berarti
Kalau hanya kan sakiti
Diam bukanlah tak ingin

Degup jantung kian terbisik
Tanda cinta yang bersemi
Aku yang kan mencintaimu
Aku yang kan slalu mendampingimu
Bila bahagia yang akan kau tuju
Bila butuh cahaya tuk menemanimu
Pilihlah aku!

Jangan sempatkan berlalu
Kalau karyaku yang kau tunggu
Jangan hanya aku yang tahu
Aku cinta padamu
Mohon warnai jiwaku
Maukah hidup bersamaku?

Note :

.إِذَا أُبْدِلَ اِسْمٌ مِنْ اِسْمٍ أَوْ فِعْلٌ مِنْ فِعْلٍ تَبِعَهُ فِي جَمِيعِ إِعْرَابِهِ وَهُوَ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْءِ, وَبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ,وَبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ, وَبَدَلُ اَلْغَلَطِ, نَحْوَ قَوْلِكَ "قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ, وَنَفَعَنِي زَيْدٌعِلْمُهُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ", أَرَدْتَ أَنْ تَقُولَ رَأَيْتُ اَلْفَرَسَ فَغَلِطْتَ فَأَبْدَلْتَ زَيْدًا مِنْه.ُ

"Apabila isim diganti dengan isim atau fi’il diganti dengan fi’il, maka ia mengikutinya pada seluruh i’rabnya, yaitu perubahan akhir lapaznya, Maka itulah yang disebut dengan badal". 

*Pembagian Badal

Adapun Badal terdiri atas empat bagian :

بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء .

َبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ .

َبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ .

َبَدَلُ اَلْغَلَطِ .

*Contoh-Contoh Badal

Contoh Badal Kul min kul atau syaun min syain
"قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, 
(Zaid telah berdiri yaitu adalah saudaramu) 

contoh badal ba'di minkul
وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ,
(aku telah memakan roti yaitu sepertiga-nya)

Contoh badal Isytimal
وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ,
(Zaid memberi manfaat kepadaku yaitu ilmunya)

Contoh badal Ghalath
وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ.
(aku telah melihat zaid yaitu eh, kudanya)

Kamu ingin berkata "al farasa" (kuda) akan tetapi salah, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ. (aku melihat zaid yaitu kudanya)