Kamis, 07 Maret 2013

PDKT PADA AKHWAT DAN NON AKHWAT

cekidot langsung tanpa basa-basi.......
tahukah kalian bahwa wanita itu ada yang disebut akhwat dan non akhwat, kurang lebih kalo akhwat diidentikan dengan pakaian yang longgar, jilbaber atau bercadar  sedangkan yang non akhwat diidentikan dengan cewek yang berpakaian seksi atau mau lebih mudahnya yang tidak memakai jilbab, kalaupun memakai jilbab tapi berpakain seksi terbuka auratnya juga tidak termasuk kategori akhwat.

Bagaimanakah cara mendekatinya untuk mendapatkan hatinya. cara-cara dalam PDKT itu bervariasi disini penulis hanya kan membahas tentang PDKT yang seharusnya pada tiap wanita baik yang akhwt dan non akhwat, bagiku mereka semua dalah wanita tidak ada perbedaan dalam penghormatan dan menghargainya.

Mungkin beberapa pria ketika melakukan pendekatan kepada seorang akhwat mereka hanya melalaui proses ta'aruf dan langsung menikahunya setelah ada kecocokan sedangkan dengan non akhwat harus melalui tahap pacaran dengan inetnsitas pertemuan dan komunikasi yang kontinyu. dengan alasan yang menurut masing sebaiknya memang begitu. seorang akhwat tidak mau pacaran denangan alasan takut terjadinya fitnah atau perzinahan sedangkan yang melalui proses pacaran beralasan untuk mengetahui kpribadianya walau dengan resiko terjadinya hal-hal yang dilarang agama.

menurut penulis sendiri dalam pendekatan memang sebaiknya hanya melewati ta'aruf khitbah dan kemudian menikah ketika ada  kecocokan. pendekatan seperti ini tidak hanya kepada seorang akhwat tapi juga kepada non akhwat. memang seharusnya pendekatan seperti itulah yang akan menjaga kesucian dan harga diri wanita. ketika seorang wanita sudah dilecehkan percayalah tidak akan ada generasi yang yang bisa dibanggakan yang ada hanya kerusakan dimuka bumi.

wanita dengan karakter masing-masing dan mempunyai sudut pandang masing-masing harus tetap dihormati bukan dilecehkan dengan tindakan pencabulan melalui modus pacaran. sayangnya pendekatan seperti ini ketika dilakukan untuk mendekati seorang non  akhwat banyak gagalnya, karena mereka bersikeras untuk mengenal kareakternya lebih jauh yang hanya bisa dilakukan lewat jalur pacaran. sungguh mengerikan mereka tahu resiko akan terjadinya sebuah pelecehan dengan mengatasnamakn cinta tapi mereka tetap bersikeras. seandainya semua  lelaki  melakukan pendekatan sesuai norma-norma agama maka akan terciptalah sistem yang agamis dalam rumah tangga, bagaimanapun juga baik buruknya seorang wanita tergantung seorang lelaki. wanita hanya mengikuti unsur perasannya yang sekali perasaan itu sudah luluh maka hal-hal diluar norma agamapun akan dilakukan.